Implementasi Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai

  • Yusuf Politeknik Pembangunan Pertanian Medan, Jl. Binjai Km. 10 Medan, Sumatera Utara, Indonesia
  • Dedi Wahyudi Politeknik Pembangunan Pertanian Medan, Jl. Binjai Km. 10 Medan, Sumatera Utara, Indonesia
  • Puji Wahyu Mulyani Politeknik Pembangunan Pertanian Medan, Jl. Binjai Km. 10 Medan, Sumatera Utara, Indonesia
Keywords: implementasi, POAC, Dolok Masihul, Serdang Bedagai

Abstract

Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) merupakan inisiatif pengembangan perkebunan kelapa sawit melalui penggantian tanaman tua atau tidak produktif dengan tanaman baru, baik secara menyeluruh maupun bertahap. Meski demikian, pelaksanaan PSR di Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, menghadapi sejumlah tantangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi PSR berdasarkan empat fungsi manajemen POAC yakni, planning, organizing, actuating, dan controlling dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa di tiga dari empat desa, program berjalan cukup optimal berkat pendampingan dan pelatihan dari tim teknis. Namun, satu desa mengalami hambatan akibat terbatasnya cakupan sosialisasi, sehingga tidak semua anggota kelompok tani memperoleh informasi secara menyeluruh. Kondisi ini menimbulkan miskonsepsi, di mana sebagian pekebun beranggapan bahwa PSR hanya dimaksudkan untuk mengganti tanaman yang rusak, bukan melakukan peremajaan total terhadap kebun sawit mereka.

References

[1] Gaho Y. Dampak Harga Minyak Kelapa Sawit Mentah , Pajak Ekspor , dan Konsumsi Minyak Global Terhadap Ekspor CPO Indonesia. 2025;1(1):37–45.
[2] BPS Provinsi Sumut. Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara. BPS sumbar. 2024;1.
[3] Siswanto Y, Lubis Z, Akoeb EN. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Kelapa Sawit Rakyat di Desa Tebing Linggahara Kecamatan Bilah Barat Kabupaten Labuhanbatu. AGRISAINS: Jurnal Ilmiah Magister Agribisnis. 2020;2(1):60–70.
[4] Permentan. Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia. Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor: 18/Permentan/KB330/5/2016 Tentang Pedoman Peremajaan Perkebunan Kelapa Sawit. 2022;Nomor 65(879):2004–6.
[5] Syafira R, Nasution Z, Charloq C. Analisis Kendala Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) terhadap Potensi Pertumbuhan Ekonomi Petani Sawit Rakyat. Jurnal Ilmiah Global Education. 2024;5(1):431–41.
[6] Hasan M, Harahap TK, Hasibuan S, Rodliyah I, Thalhah SZ, Rakhman CU. Metode Penelitian Kualitatif. Metode Penelitian Kualitatif. 2022. 129 p.
[7] Sugiyono. Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Vol. 7, Journal GEEJ. 2022. 1–18 p.
[8] Petri H, Hendrawan D, Bähr T, Musshoff O, Wollni M, Asnawi R, et al. Replanting challenges among Indonesian oil palm smallholders: a narrative review. Environment, Development and Sustainability. 2024;26(8):19351–67.
[9] Wulandari SA, Alamsyah Z, Napitupulu D, Novra A. Strategi Pendukung Pelaksanaan Peremajaan Kelapa Sawit di Provinsi Jambi. Jurnal MeA (Media Agribisnis). 2023;8(1):67.
[10] Musayyidi M, Arifin S. Manajemen Pendidikan Islam Multikultural Di Tengah Masyarakat Plural. Kariman Jurnal Pendidikan Keislaman. 2021;
[11] Anggraini W, Lambelanova R, Ritonga N. Pemberdayaan petani kelapa sawit oleh dinas perkebunan dan peternakan di kabupaten labuhanbatu selatan. 2022;7(November):72–92.
[12] Nasution ZP, Farrasati R, Sutarta ES. Analisis Usahatani Tumpang Sari Hortikultura pada Fase Tanaman Kelapa Sawit Belum Menghasilkan (TBM) serta Dampaknya terhadap Kesuburan Tanah di Kecamatan Tandun, Rokan Hulu, Riau. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis. 2022;6(2):642.
[13] Khairunnisa NF, Saidah Z, Hapsari H, Wulandari E. Peran Penyuluh Pertanian terhadap Tingkat Produksi Usahatani Jagung The Agricultural Extension Agent ’ s Role on the Level of Corn Farming Production. 2021;17(02):113–25.