Strategi Pengembangan Kelembagaan Bumdes dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa (Studi Kasus: BUMDes Tunas Baru, Desa Daulu, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara)

  • Donny Ivan Samuel Simatupang Program Pasca Sarjana (S3) Ilmu Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan
  • Medi Lilis Wenny Br Nainggolan Program Pasca Sarjana (S3) Ilmu Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan
  • Iskandarini Program Pasca Sarjana (S3) Ilmu Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan
  • Sri Fajar Ayu Program Pasca Sarjana (S3) Ilmu Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan
  • Hamdani Harahap Dosen Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Methodist Indonesia, Medan
Keywords: BUMDes, strategi pengembangan, analisis SWOT, matriks QSPM, kesejahteraan masyarakat

Abstract

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan pilar strategis dalam pembangunan ekonomi lokal, namun kinerjanya seringkali belum optimal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal serta merumuskan strategi pengembangan yang terukur bagi BUMDes Tunas Baru di Desa Daulu, Kabupaten Karo. Penelitian ini menerapkan pendekatan studi kasus kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui purposive sampling terhadap 50 informan kunci, yang mencakup perangkat desa, pemerintah kecamatan, pengurus BUMDes, anggota, dan masyarakat umum. Analisis data dilakukan secara sistematis menggunakan kerangka Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats (SWOT) untuk memetakan kondisi, yang dilanjutkan dengan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) untuk menentukan prioritas strategi. Hasil analisis SWOT mengidentifikasi kekuatan utama seperti potensi sumber daya alam dan partisipasi masyarakat, namun diimbangi kelemahan seperti manajemen yang kurang profesional. Posisi BUMDes berada pada kuadran I, yang mendukung strategi pertumbuhan agresif. Matriks QSPM menegaskan bahwa strategi SO (Strengths-Opportunities) memiliki prioritas tertinggi, yaitu memaksimalkan keterlibatan masyarakat dengan memanfaatkan kemajuan teknologi untuk pemasaran produk. Disimpulkan bahwa meskipun memiliki potensi strategis, dampak ekonomi BUMDes saat ini belum signifikan bagi seluruh masyarakat. Implementasi strategi agresif berbasis teknologi dan partisipasi menjadi rekomendasi utama untuk mengoptimalkan peran BUMDes.

References

[1] Hariyadi AR. Dinamika Kebijakan Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia. Jurnal Kebijakan Pembangunan. 2021;02(02):259-76.
[2] Iskandar J, dkk. Strategi Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Dalam Meningkatkan Kesejahteraan. Jurnal Ilmiah Sosial dan Ekonomi. 2021;19(2):1-11.
[3] Soleh A. The role of village-owned enterprises (BUMDes) in enhancing community's welfare. Indonesian Journal of Rural Development. 2017;1:21-35.
[4] Suharto E. Pemberdayaan Masyarakat dan Kesejahteraan Sosial: Sebuah Pengantar. Bandung: Refika Aditama; 2019.
[5] Pandia SG, Siahaan AYS. Potensi Desa Kacaribu Kecamatan Kabanjahe. Jurnal Pengabdian Masyarakat. 2023;1:150-9.
[6] David FR. Strategic Management: Concepts and Cases. 13th ed. New Jersey: Pearson Education; 2011.
[7] Rangkuti F. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. Edisi Kedua. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama; 2021.