Strategi Pengembangan Sentra Kopi di Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara

  • Mentari Weirasi Program Studi Penyuluhan Perkebunan Presisi Jurusan Perkebunan Politeknik Pembangunan Pertanian Medan, Jl. Binjai Km. 10 Medan, Sumatera Utara, Indonesia
  • Firman RL Silalahi Program Studi Penyuluhan Perkebunan Presisi Jurusan Perkebunan Politeknik Pembangunan Pertanian Medan, Jl. Binjai Km. 10 Medan, Sumatera Utara, Indonesia
  • Yenny Laura K.D Butarbutar Program Studi Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan Jurusan Perkebunan Politeknik Pembangunan Pertanian Medan, Jl. Binjai Km. 10 Medan, Sumatera Utara, Indonesia
Keywords: strategi pengembangan, SWOT, kopi arabika

Abstract

Kabupaten Dairi merupakan salah satu daerah penghasil kopi arabika di Sumtera Utara. Terjadinya penurunan produksi kopi arabika menunjukan perlunya strategi pengembangan untuk menjadikan daerah tersebut sebagai sentra produksi kopi arabika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor internal dan eksternal dalam pengembangan sentra kopi di Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi. Sampel internal berjumlah 73 petani responden, dan sampel eksternal berjumlah 6 orang (4 orang pengepul kopi, 1 orang penyuluh pertanian, dan 1 orang dinas pertanian). Metode analisis data secara deskriptif dengan metode SWOT. Teknik analisis meliputi penyusunan matriks IFAS dan EFAS untuk merumuskan strategi alternative dalam pengembangan sentra kopi di Kecamatan Sidikalang. Adapun hasil penyususnan matriks IFAS adalah 1,62 dan matriks EFAS dengan skor 2,55. Sehingga di dapatkan strategi agresif yaitu strategi SO (Strengths-Opportunities) yaitu peningkatan produksi kopi arabika, meningkatkan kapasitas petani muda yang produktif, mengembangkan kawasan budidaya kopi arabika.

References

[1] Radiah, “Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Komoditi Kopi di Provinsi Sumatera Utara,” Jurnal Penelitian (Nama Jurnal Perlu Dilengkapi), vol. 10, no. 2, 2021.
[2] Hasriani, “Strategi Pengembangan Agribisnis Kopi Arabika Untuk Peningkatan Potensi Pemasaran Green Bean Dan Produk Olahannya (Studi Kasus Pada Kopi Arabika Topidi),” J. Ilm. Mhs. Agroinfo Galuh, vol. 10, no. 3, pp. 2130–2142, 2023.
[3] BPS Indonesia, Statistik Kopi Indonesia, vol. 8. Jakarta: Badan Pusat Statistik, 2024.
[4] BPS Provinsi Sumatera Utara, Provinsi Sumatera Utara Dalam Angka 2024, vol. 11, no. 1. Medan: BPS Provinsi Sumatera Utara, 2024.
[5] BPS Kabupaten Dairi, Kabupaten Dairi Dalam Angka 2024. Sidikalang: BPS Kabupaten Dairi, 2024, pp. 7823–7830.
[6] T. W. Legionosuko, P. A. I Nengah, and W. Kunto, Analisis Adaptif, Dinamisasi Metode Analisis SWOT. 2020.
[7] M. Iqbal, “Strategi Pengembangan Usahatani Kopi Arabika (Studi Kasus: Desa Sukamakmur Kec. Kutalimbaru, Kab. Deli Serdang),” J. Ilm. Mhs. Pertan., vol. 1, no. 3, pp. 1–12, 2021.
[8] H. Hayyina, H. R. Purwaningsih, and Purnawan Adi Wicaksono, “Perancangan Strategi Pengembangan Departemen Teknik Industri Undip Menggunakan Analisis SWOT,” Ind. Eng., pp. 1–8, 2024.
[9] R. Awalina, A. Ayendra, N. Zuldadan, and I. Syaifuddin, “Strategi Peningkatan Daya Saing Pengembangan Agribisnis Kopi Di Sumatera Barat,” J. Ris. Perkeb., vol. 3, no. 1, pp. 18–26, 2022.
[10] Zulmiyetri, Nurhastuti, and Safaruddin, Penulisan Karya Ilmiah. Jakarta: Kencana, 2020.
[11] K. Ambarwati, N. Indah, and T. P. Rio, “Hubungan Karakteristik Petani dan Perilaku Komunikasi Petani Dalam Pemenuhan Informasi Usahatani Lada Di Desa Sukadana Baru, Kecamatan Marga Tiga, Kabupaten Lampung Timur,” Jurnal Agribisnis, vol. 8, no. 2, pp. 182–188, 2020.
[12] R. Meisetyani, Indra, and Syakur, “Analisis Skala Usaha Dan Finansial Usahatani Kopi Arabika (Coffea arabica) Di Kabupaten Gayo Lues,” J. Agrica, vol. 14, no. 2, pp. 131–139, 2021.
[13] Kementerian Pertanian, “Pedoman Teknis Budidaya Kopi yang Baik (Good Agriculture Practices /GAP on Coffee),” Sekretariat Negara Republik Indonesia, p. 72, 2014.