Implementasi Inovasi Teknologi Hatch And Carry Dalam Penangkaran Serangga Elaeidobius Kamerunicus Pada Tanaman Kelapa Sawit
Keywords:
elaeidobius, hatch and carry, ISPO, kelapa sawit
Abstract
Pengkajian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi inovasi teknologi Hatch and Carry dalam penangkaran serangga Elaeidobius kamerunicus guna meningkatkan fruit set pada tanaman kelapa sawit. Studi kasus dilakukan di Divisi B PT. Asam Jawa, Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Pengkajian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa teknologi Hatch and Carry, yang menggabungkan metode introduksi dan augmentasi melalui pemindahan bunga jantan fase anthesis ke dalam kotak penangkaran, efektif dalam meningkatkan populasi Elaeidobius kamerunicus dan nilai fruit set tanaman kelapa sawit. Strategi implementasi yang tepat juga memperhatikan prinsip keberlanjutan sesuai standar ISPO. Penerapan teknologi ini mampu menurunkan jumlah buah partenokarpi, meningkatkan jumlah dan berat tandan buah segar, serta mengurangi kebutuhan polinasi buatan dan bahan kimia. Kesimpulannya, teknologi Hatch and Carry merupakan solusi inovatif dan ramah lingkungan dalam meningkatkan efisiensi produksi kelapa sawit melalui peningkatan efektivitas penyerbukan alami.References
[1] Apriandi I. Implementasi Qanun Nomor 11 Tahun 2002 Tentang Syariat Islam di Kota Langsa. Jurnal Implementasi Kebijakan. 2017;1(1):11–35.
[2] Dara Kospa HS. Konsep Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan. Jurnal Tekno Global UIGM Fakultas Teknik. 2016;5(1):1–10. https://doi.org/10.36982/jtg.v5i1.223.
[3] Manik W, Panjaitan A, Eko Prasetyo A, Susanto A. Teknik Hatch And Carry Mobile: Sebuah Modifikasi Untuk Meningkatkan Fruit Set Kelapa Sawit. Jurnal Penelitian Kelapa Sawit (PPKS). 2017;22(2):55-65.
[4] Mayerni R. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Aplikasi Teknik Hatch & Carry Elaeidobius Kamerunicus Untuk Meningkatkan Fruit Set Di Kebun Kelapa Sawit Rakyat. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Madani. 2018;4(1):12-20.
[5] Pernando RD. Pengaruh Lingkungan, Musuh Alami Dan Persen Kerusakan Buah Terhadap Populasi Serangga Penyerbuk Kelapa Sawit Elaeidobius Kamerunicus Faust. Kultivasi. 2022;21(1):30-40. https://doi.org/10.24198/kultivasi.v21i1.36293.
[6] Prabowo MA, Ramadhan TH, Syahputra E. Populasi Elaeidobius Kamerunicus Pada Tanaman Kelapa Sawit Yang Berbeda Umur Di Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya. Perkebunan Dan Lahan Tropika. 2021;11(2):90-98. https://doi.org/10.26418/plt.v11i2.61202.
[7] Sari WK, Emmi R. Dinamika Populasi Kumbang Elaeidobius Kamerunicus Faust Sebagai Polinator Utama Pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Di Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya. Agrikultura. 2023;34(3):375-385. https://doi.org/10.24198/agrikultura.v34i3.48446.
[8] Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara. Statistik Daerah Provinsi Sumatera Utara. Medan: BPS Provinsi Sumatera Utara; 2023;3(1):1–15.
[9] Sugiyono. Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Ed ke-2. Bandung: Alfabeta; 2020.
[10] Wiranda MA, Banowati G. Kajian Pembentukan Fruit Set Kelapa Sawit Pada Lahan Gambut Dan Pasiran. Jurnal Pengelolaan Perkebunan (JPP). 2022;3(2):54–61. https://doi.org/10.54387/jpp.v3i2.20.
[2] Dara Kospa HS. Konsep Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan. Jurnal Tekno Global UIGM Fakultas Teknik. 2016;5(1):1–10. https://doi.org/10.36982/jtg.v5i1.223.
[3] Manik W, Panjaitan A, Eko Prasetyo A, Susanto A. Teknik Hatch And Carry Mobile: Sebuah Modifikasi Untuk Meningkatkan Fruit Set Kelapa Sawit. Jurnal Penelitian Kelapa Sawit (PPKS). 2017;22(2):55-65.
[4] Mayerni R. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Aplikasi Teknik Hatch & Carry Elaeidobius Kamerunicus Untuk Meningkatkan Fruit Set Di Kebun Kelapa Sawit Rakyat. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Madani. 2018;4(1):12-20.
[5] Pernando RD. Pengaruh Lingkungan, Musuh Alami Dan Persen Kerusakan Buah Terhadap Populasi Serangga Penyerbuk Kelapa Sawit Elaeidobius Kamerunicus Faust. Kultivasi. 2022;21(1):30-40. https://doi.org/10.24198/kultivasi.v21i1.36293.
[6] Prabowo MA, Ramadhan TH, Syahputra E. Populasi Elaeidobius Kamerunicus Pada Tanaman Kelapa Sawit Yang Berbeda Umur Di Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya. Perkebunan Dan Lahan Tropika. 2021;11(2):90-98. https://doi.org/10.26418/plt.v11i2.61202.
[7] Sari WK, Emmi R. Dinamika Populasi Kumbang Elaeidobius Kamerunicus Faust Sebagai Polinator Utama Pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Di Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya. Agrikultura. 2023;34(3):375-385. https://doi.org/10.24198/agrikultura.v34i3.48446.
[8] Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara. Statistik Daerah Provinsi Sumatera Utara. Medan: BPS Provinsi Sumatera Utara; 2023;3(1):1–15.
[9] Sugiyono. Metodologi Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Ed ke-2. Bandung: Alfabeta; 2020.
[10] Wiranda MA, Banowati G. Kajian Pembentukan Fruit Set Kelapa Sawit Pada Lahan Gambut Dan Pasiran. Jurnal Pengelolaan Perkebunan (JPP). 2022;3(2):54–61. https://doi.org/10.54387/jpp.v3i2.20.