Prosiding Seminar Nasional Inovasi Pertanian https://ejournal.polbangtanmedan.ac.id/index.php/PSNIP <p><span style="font-weight: 400;">Seminar nasional ini mengusung tema yang sangat strategis, yaitu “Inovasi Teknologi Pertanian dalam Mewujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan”. Tema ini dipilih sebagai wujud komitmen dan kontribusi nyata Polbangtan Medan terhadap pembangunan pertanian Indonesia, sekaligus menjadi refleksi perjalanan tujuh tahun institusi kami dalam mencetak kader pembangunan pertanian yang unggul dan berdaya saing. Dalam forum ilmiah ini, dipaparkan berbagai hasil penelitian, kajian, dan temuan inovatif dari para akademisi, peneliti, praktisi, dan mahasiswa. Segala pemikiran dan kontribusi ilmiah tersebut kemudian dihimpun dan didokumentasikan ke dalam bentuk prosiding yang ada di hadapan Pembaca sekalian, sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban ilmiah dan upaya diseminasi pengetahuan.</span></p> <p><span style="font-weight: 400;">Pada kesempatan ini, perkenankan kami menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang tulus kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada:</span></p> <ol> <li class="show" style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Seluruh narasumber dan pembicara yang telah berkenan berbagi ilmu dan pengalaman.</span></li> <li class="show" style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Para pemakalah yang telah menyumbangkan pemikiran dan hasil karyanya.</span></li> <li class="show" style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Seluruh peserta seminar yang hadir dan berpartisipasi aktif.</span></li> <li class="show" style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Panitia pelaksana yang telah bekerja keras dengan penuh dedikasi.</span></li> <li class="show" style="font-weight: 400;" aria-level="1"><span style="font-weight: 400;">Seluruh sivitas akademika Polbangtan Medan serta mitra kerja yang telah memberikan dukungan tanpa henti.</span></li> </ol> <p><span style="font-weight: 400;">Kami menyadari sepenuhnya bahwa prosiding ini masih memiliki berbagai keterbatasan dan kekurangan. Oleh karena itu, dengan kerendahan hati, kami mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari para pembaca demi penyempurnaan di masa mendatang. Akhirnya, kami memanjatkan harapan semoga prosiding ini dapat menjadi rujukan dan sumber inspirasi bagi seluruh pemangku kepentingan dalam memajukan sektor pertanian. Mari kita terus berkolaborasi untuk mewujudkan cita-cita luhur, yaitu swasembada pangan yang berkelanjutan bagi kemakmuran rakyat Indonesia.</span></p> en-US Gusti@polbangtan.ac.id (Dr. Gusti Setiavani, S.TP., M.P.) Wed, 01 Jul 2026 00:00:00 +0000 OJS 3.1.2.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Minat Pekebun dalam Penggunaan Benih Unggul Bersertifikat di Kecamatan Marbau Kabupaten Labuhanbatu Utara Provinsi Sumatera Utara https://ejournal.polbangtanmedan.ac.id/index.php/PSNIP/article/view/387 Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq), salah satu komoditas andalan Indonesia, memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi negara, terutama dalam pembangunan agroindustry. Berdasarkan Programa Kecamatan Marbau bahwa hasil produksi (ton) kelapa sawit di Kecamatan Marbau menunjukkan rata-rata produksi hanya sekitar 17,40 ton/ha/tahun. Angka ini menunjukkan bahwa produksi kelapa sawit di Kecamatan Marbau masih belum maksimal. Salah satu penyebab tinggi rendahnya produksi tanaman kelapa sawit yaitu dipengaruhi oleh benih yang digunakan. Benih kelapa sawit unggul adalah tanaman yang mudah tumbuh dan memiliki sifat unggul yang menunjukkan sifat asli induknya dan aman dari penyakit dan hama. Tujuan dari pengkajian ini adalah Untuk mengkaji tingkat minat dan faktor-faktor yang memengaruhi minat pekebun dalam penggunaan benih unggul bersertifikat tanaman kelapa sawit. Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai bulan Mei 2025. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat minat pekebun dalam penggunaan benih unggul bersertifikat tanaman kelapa sawit tergolong sedang dengan persentase sebesar 67,13%. Faktor – faktor yang berpengaruh signifikan terhadap minat dalam penggunaan benih unggul bersertifikat tanaman kelapa sawit antara lain pengalaman berusahatani (X1), kosmopolitan (X2), peran kelompok tani (X4) dan lingkungan sosial (X6). Sedangkan peran penyuluh (X3) dan harga benih (X5) tidak berpengaruh signifikan terhadap Y (minat pekebun). M. Ridho Izhari, Silvia Nora, Hadi Wijoyo Copyright (c) https://ejournal.polbangtanmedan.ac.id/index.php/PSNIP/article/view/387 Perilaku Pekebun dalam Menerapkan Pruning pada Tanaman Kelapa Sawit di Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara https://ejournal.polbangtanmedan.ac.id/index.php/PSNIP/article/view/388 Pengkajian ini dilakukan di Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari pengkajian adalah untuk mengkaji tingkat perilaku pekebun dalam menerapkan pruning pada tanaman kelapa sawit dan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pekebun dalam menerapkan pruning pada tanaman kelapa sawit di Kecamatan Hinai Hinai Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara. Pengkajian ini dilaksanakan mulai bulan April s.d. Juni 2025. Metode pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat perilaku pekebun dalam menerapkan pruning pada tanaman kelapa sawit di Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat tergolong sangat tinggi dengan persentase sebesar 91,60%. Selanjutnya hasil regresi linier berganda menunjukkan bahwa faktor faktor yang berpengaruh signifikan terhadap perilaku pekebun dalam menerapkan pruning secara simultan antara lain umur (X1), pendidikan formal (X2), luas lahan (X3), pengalaman (X4), pendapatan (X5), dan peran penyuluh (X6). Akan tetapi, secara parsial faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap perilaku pekebun dalam menerapkan pruning antara lain umur (X1), luas lahan (X3), pengalaman (X4), dan peran penyuluh (X6). Sedangkan variabel bebas pendidikan formal (X2) dan pendapatan (X5) tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku (Y). Muhammad Rafli, Merlyn Mariana, Yenny Laura K.D Butarbutar Copyright (c) https://ejournal.polbangtanmedan.ac.id/index.php/PSNIP/article/view/388 Implementasi Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Serdang Bedagai https://ejournal.polbangtanmedan.ac.id/index.php/PSNIP/article/view/389 Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) merupakan inisiatif pengembangan perkebunan kelapa sawit melalui penggantian tanaman tua atau tidak produktif dengan tanaman baru, baik secara menyeluruh maupun bertahap. Meski demikian, pelaksanaan PSR di Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, menghadapi sejumlah tantangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi PSR berdasarkan empat fungsi manajemen POAC yakni, planning, organizing, actuating, dan controlling dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa di tiga dari empat desa, program berjalan cukup optimal berkat pendampingan dan pelatihan dari tim teknis. Namun, satu desa mengalami hambatan akibat terbatasnya cakupan sosialisasi, sehingga tidak semua anggota kelompok tani memperoleh informasi secara menyeluruh. Kondisi ini menimbulkan miskonsepsi, di mana sebagian pekebun beranggapan bahwa PSR hanya dimaksudkan untuk mengganti tanaman yang rusak, bukan melakukan peremajaan total terhadap kebun sawit mereka. Yusuf, Dedi Wahyudi, Puji Wahyu Mulyani Copyright (c) https://ejournal.polbangtanmedan.ac.id/index.php/PSNIP/article/view/389 Motivasi Pekebun dalam Penerapan Pemanenan Kelapa Sawit Sesuai Standar Panen di Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara https://ejournal.polbangtanmedan.ac.id/index.php/PSNIP/article/view/390 Pengkajian ini dilaksanakan di Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara. Tujuan dari pengkajian ini adalah untuk mengkaji tingkat motivasi dan faktor-faktor yang memengaruhi Motivasi Pekebun dalam Menerapkan Pemanenan Kelapa Sawit Sesuai Standar Panen. Pengkajian ini dilaksanakan pada April sampai dengan juni 2025. Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya, metode analisis data menggunakan regresi linar berganda. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa tingkat motivasi pekebun dalam pemanenan kelapa sawit sesuai standar panen tergolong tinggi dengan persentase sebesar 75,45%. Selanjutnya hasil analisis regresi linear berganda faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap motivasi pekebun dalam menerapkan pemanenan kelapa sawit sesuai standar panen secara simultan antara lain pendapatan (X1), pengalaman berusahatani (X2), jumlah tanggungan keluarga (X3), akses informasi (X4), dan peran penyuluh (X5). Akan tetapi, secara parsial faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap motivasi pekebun dalam menerapkan pemanenan kelapa sawit sesuai standar panen antara lain pendapatan (X1), pengalaman berusahatani (X2), akses informasi (X4), dan peran penyuluh (X5). Sedangkan jumlah tanggungan keluarga (X3) tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi (Y). M Dhimas Hadi Musyakat, Azis Herdiyanto Riyadi, Yenny Laura K.D Butarbutar Copyright (c) https://ejournal.polbangtanmedan.ac.id/index.php/PSNIP/article/view/390 Rancangan Penyuluhan Pembuatan dan Pengaplikasian Biochar sebagai Pembenah Tanah pada Tanaman Jagung (Zea mays L.) di Kecamatan Purba Kabupaten Simalungun https://ejournal.polbangtanmedan.ac.id/index.php/PSNIP/article/view/392 Rancangan Penyuluhan Pembuatan dan Pengaplikasian Biochar Sebagai Pembenah Tanah Pada Tanaman Jagung (Zea mays L.) di Kecamatan Purba Kabupaten Simalungun. Tujuan rancangan penyuluhan ini adalah (1) mengidentifikasi potensi wilayah penyuluhan pertanian (2) menganalisis penetapan tujuan penyuluhan sesuai dengan prinsip SMART dan ABCD (3) menganalisis penetapan sasaran penyuluhan (4) menganalisis tingkat penerimaan petani terhadap rancangan penyuluhan pertanian (5) mengetahui jumlah petani yang melaksanakan. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Purba Kabupaten Simalungun pada Bulan Maret sampai dengan Bulan Juni 2025. Metode pengumpulan data yaitu wawancara yang diukur menggunakan kuesioner dan jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif, sementara metode analisis menggunakan metode rancangan penyuluhan dengan Skala Likert. Hasil rancangan penyuluhan menunjukkan (1) identifikasi potensi wilayah menggunakan metode RRA menunjukkan terdapatnya limbah tongkol jagung yang tidak dimanfaatkan (2) tujuan penyuluhan untuk meningkatkan sikap petani membuat dan mengaplikasikan biochar di lahan usahatani jagung dalam satu musim tanam sesuai anjuran awalnya 15 orang (26%) menjadi 20 orang (35,09%) (3) sasaran penyuluhan yaitu pengurus kelompok tani yang melakukan budidaya tanaman jagung (4) hasil validasi penyuluhan menunjukkan tingkat keefektifan rancangan penyuluhan di Kecamatan Purba sebesar 83,42% dan kriteria sangat efektif (5) jumlah petani yang melakukan pembuatan dan pengaplikasian biochar yaitu sebanyak 20 orang (35,09%). Serephia Natalie Hutasoit, Mukhlis Yahya, Gusti Setiavani Copyright (c) https://ejournal.polbangtanmedan.ac.id/index.php/PSNIP/article/view/392 Motivasi Pengrajin Dalam Pemanfaatan Limbah Pelepah Kelapa Sawit Menjadi Lidi di Kecamatan Dolok Masihul https://ejournal.polbangtanmedan.ac.id/index.php/PSNIP/article/view/393 Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat motivasi dan faktor-faktor yang memengaruhi motivasi pengrajin dalam memanfaatkan limbah pelepah kelapa sawit menjadi lidi di Kecamatan Dolok Masihul. Penelitian dilakukan pada April hingga Juni 2025 menggunakan metode observasi, wawancara, dan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif menggunakan garis kontinum dan regresi linier berganda. Hasil menunjukkan bahwa tingkat motivasi pengrajin tergolong sangat tinggi (87,36%). Uji F menunjukkan bahwa seluruh variabel bebas (umur, pendidikan formal, jumlah tanggungan, pengalaman, pendapatan, harga jual, dan akses informasi) berpengaruh signifikan secara simultan. Secara parsial, umur, pengalaman berusaha, pendapatan, dan akses informasi berpengaruh signifikan, sedangkan pendidikan formal, jumlah tanggungan, dan harga jual tidak berpengaruh signifikan. Ahmad Fajar Aji, Linda Tri Wira Astuti, Yenny Laura KD Butarbutar Copyright (c) https://ejournal.polbangtanmedan.ac.id/index.php/PSNIP/article/view/393 Strategi Pengembangan Kelembagaan Bumdes dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa (Studi Kasus: BUMDes Tunas Baru, Desa Daulu, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara) https://ejournal.polbangtanmedan.ac.id/index.php/PSNIP/article/view/396 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan pilar strategis dalam pembangunan ekonomi lokal, namun kinerjanya seringkali belum optimal dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal serta merumuskan strategi pengembangan yang terukur bagi BUMDes Tunas Baru di Desa Daulu, Kabupaten Karo. Penelitian ini menerapkan pendekatan studi kasus kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui purposive sampling terhadap 50 informan kunci, yang mencakup perangkat desa, pemerintah kecamatan, pengurus BUMDes, anggota, dan masyarakat umum. Analisis data dilakukan secara sistematis menggunakan kerangka Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats (SWOT) untuk memetakan kondisi, yang dilanjutkan dengan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) untuk menentukan prioritas strategi. Hasil analisis SWOT mengidentifikasi kekuatan utama seperti potensi sumber daya alam dan partisipasi masyarakat, namun diimbangi kelemahan seperti manajemen yang kurang profesional. Posisi BUMDes berada pada kuadran I, yang mendukung strategi pertumbuhan agresif. Matriks QSPM menegaskan bahwa strategi SO (Strengths-Opportunities) memiliki prioritas tertinggi, yaitu memaksimalkan keterlibatan masyarakat dengan memanfaatkan kemajuan teknologi untuk pemasaran produk. Disimpulkan bahwa meskipun memiliki potensi strategis, dampak ekonomi BUMDes saat ini belum signifikan bagi seluruh masyarakat. Implementasi strategi agresif berbasis teknologi dan partisipasi menjadi rekomendasi utama untuk mengoptimalkan peran BUMDes. Donny Ivan Samuel Simatupang, Medi Lilis Wenny Br Nainggolan, Iskandarini, Sri Fajar Ayu, Hamdani Harahap Copyright (c) https://ejournal.polbangtanmedan.ac.id/index.php/PSNIP/article/view/396 Analisis Peran Modal Sosial dalam Pelestarian Budaya Karapan Sapi di Kecamatan Sampang Kabupaten Sampang https://ejournal.polbangtanmedan.ac.id/index.php/PSNIP/article/view/398 Karapan sapi menjadi budaya di Pulau Madura yang mengalami gejolak. Karapan sapi melibatkan modal sosial di dalamnya. Modal sosial dipahami sebagai aset kolektif yang terdiri atas jaringan sosial, kepercayaan, dan norma, yang memungkinkan terjadinya kerja sama dalam masyarakat. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian meliputi pemilik sapi, pelatih, joki, tokoh adat, dan masyarakat pendukung karapan sapi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga elemen penting modal sosial yang terjadi. Jaringan sosial memainkan peran penting dalam memobilisasi partisipasi masyarakat, sementara kepercayaan menjadi landasan bagi proses pewarisan keterampilan budaya dari generasi tua ke generasi muda. Norma sosial berfungsi menjaga kohesi komunitas melalui nilai-nilai kolektif yang diwariskan secara turun-temurun. Di sisi lain, pemanfaatan modal sosial dalam pelestarian budaya menghadapi berbagai tantangan, baik internal, eksternal, maupun keberlanjutan. Tantangan internal mencakup persaingan antarkelompok dan erosi kepercayaan akibat komersialisasi serta praktik perjudian. Tantangan eksternal meliputi tekanan dari pariwisata dan komodifikasi budaya yang mengancam otentisitas tradisi. Sementara itu, tantangan keberlanjutan muncul akibat pergeseran nilai dan minat generasi muda terhadap budaya lokal. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan pelestarian Karapan Sapi sangat bergantung pada kemampuan masyarakat dalam mengelola dan memperkuat elemen-elemen modal sosial secara berkelanjutan. Novianto Yoga Wibisono, Eny Lestari, Dwiningtyas Padmaningrum1 Copyright (c) https://ejournal.polbangtanmedan.ac.id/index.php/PSNIP/article/view/398 Peran Kelompok Wanita Tani sebagai Unit Produksi dalam Ketahanan Pangan Keluarga https://ejournal.polbangtanmedan.ac.id/index.php/PSNIP/article/view/399 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran Kelompok Wanita Tani (KWT) ‘Melati’ sebagai unit produksi dalam mendukung ketahanan pangan keluarga di Desa Babakan Panjang, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi. Metode yang digunakan adalah survei dengan pendekatan kuantitatif dan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disusun menggunakan skala Likert, serta didukung oleh observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran KWT ‘Melati’ sebagai unit produksi berada pada kategori sangat berperan. Hal ini tercermin dari berbagai aktivitas produksi pangan, seperti pemanfaatan lahan pekarangan, pengemasan hasil panen dari demplot kelompok, dan distribusi hasil produksi yang mampu memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga anggota. Temuan ini menegaskan bahwa KWT memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan pangan rumah tangga melalui kegiatan ekonomi berbasis pertanian lokal. Luthfi Nur Alifah, Reny Sukmawani, Ema Hilma Meilani Copyright (c) https://ejournal.polbangtanmedan.ac.id/index.php/PSNIP/article/view/399 Implementasi Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Kecamatan Silangkitang Kabupaten Labuhanbatu Selatan https://ejournal.polbangtanmedan.ac.id/index.php/PSNIP/article/view/401 Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) merupakan inisiatif pemerintah untuk membantu petani meningkatkan produksi dan pendapatan melalui penggunaan bibit sawit unggul. Namun, pelaksanaannya di Kecamatan Silangkitang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, belum optimal. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi PSR berdasarkan fungsi manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasilnya Desa A menunjukkan pelaksanaan yang lebih baik dibandingkan Desa B dan C, terutama dalam hal pendampingan administrasi, penerapan Good Agricultural Practices (GAP), dan monitoring kebun secara rutin. Sriani, Windy Manullang, Puji Wahyu Mulyani Copyright (c) https://ejournal.polbangtanmedan.ac.id/index.php/PSNIP/article/view/401 Strategi Pengembangan Sentra Kopi di Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi Provinsi Sumatera Utara https://ejournal.polbangtanmedan.ac.id/index.php/PSNIP/article/view/402 Kabupaten Dairi merupakan salah satu daerah penghasil kopi arabika di Sumtera Utara. Terjadinya penurunan produksi kopi arabika menunjukan perlunya strategi pengembangan untuk menjadikan daerah tersebut sebagai sentra produksi kopi arabika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor internal dan eksternal dalam pengembangan sentra kopi di Kecamatan Sidikalang Kabupaten Dairi. Sampel internal berjumlah 73 petani responden, dan sampel eksternal berjumlah 6 orang (4 orang pengepul kopi, 1 orang penyuluh pertanian, dan 1 orang dinas pertanian). Metode analisis data secara deskriptif dengan metode SWOT. Teknik analisis meliputi penyusunan matriks IFAS dan EFAS untuk merumuskan strategi alternative dalam pengembangan sentra kopi di Kecamatan Sidikalang. Adapun hasil penyususnan matriks IFAS adalah 1,62 dan matriks EFAS dengan skor 2,55. Sehingga di dapatkan strategi agresif yaitu strategi SO (Strengths-Opportunities) yaitu peningkatan produksi kopi arabika, meningkatkan kapasitas petani muda yang produktif, mengembangkan kawasan budidaya kopi arabika. Mentari Weirasi, Firman RL Silalahi , Yenny Laura K.D Butarbutar Copyright (c) https://ejournal.polbangtanmedan.ac.id/index.php/PSNIP/article/view/402 Pemanfaatan Tepung Ganyong (Canna edulis Kerr) Modifikasi dan Jenis Gula Terhadap Karakteristik Pangan Fungsional Biskuit Bayam Merah (Alternanthera tricolor L) https://ejournal.polbangtanmedan.ac.id/index.php/PSNIP/article/view/403 Penelitian ini bertujuan untuk menentukan proporsi terbaik antara tepung ganyong modifikasi dan tepung terigu serta jenis gula (gula tebu, gula aren, dan gula fruktosa) yang menghasilkan karakteristik biskuit bayam (Alternanthera tricolor L.) fungsional terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 3×3 dengan tiga ulangan, dilanjutkan dengan uji Duncan. Faktor perlakuan meliputi: (A) perbandingan tepung ganyong modifikasi dan tepung terigu, yaitu a1 = 1:2, a2 = 1:1, dan a3 = 2:1; serta (B) jenis gula, yaitu b1 = gula tebu, b2 = gula aren, dan b3 = gula fruktosa. Respon yang diamati meliputi karakteristik kimia (kadar air dan serat), fisik (daya serap air dan daya kembang), serta organoleptik (rasa, warna, aroma, tekstur). Tiga formulasi terbaik diuji aktivitas antioksidannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis gula berpengaruh nyata terhadap daya serap, rasa, dan tekstur biskuit, tetapi tidak terhadap aroma, warna, kadar air, kadar serat, dan daya kembang. Perbandingan tepung hanya berpengaruh terhadap aroma, sedangkan interaksi antar kedua faktor tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap semua parameter. Tiga sampel terbaik yang diperoleh adalah: a1b2 (1:2 dan gula aren), a2b1 (1:1 dan gula tebu), dan a3b2 (2:1 dan gula aren). Ermawati Copyright (c) https://ejournal.polbangtanmedan.ac.id/index.php/PSNIP/article/view/403 Implementasi Inovasi Teknologi Hatch And Carry Dalam Penangkaran Serangga Elaeidobius Kamerunicus Pada Tanaman Kelapa Sawit https://ejournal.polbangtanmedan.ac.id/index.php/PSNIP/article/view/404 Pengkajian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi inovasi teknologi Hatch and Carry dalam penangkaran serangga Elaeidobius kamerunicus guna meningkatkan fruit set pada tanaman kelapa sawit. Studi kasus dilakukan di Divisi B PT. Asam Jawa, Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Pengkajian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa teknologi Hatch and Carry, yang menggabungkan metode introduksi dan augmentasi melalui pemindahan bunga jantan fase anthesis ke dalam kotak penangkaran, efektif dalam meningkatkan populasi Elaeidobius kamerunicus dan nilai fruit set tanaman kelapa sawit. Strategi implementasi yang tepat juga memperhatikan prinsip keberlanjutan sesuai standar ISPO. Penerapan teknologi ini mampu menurunkan jumlah buah partenokarpi, meningkatkan jumlah dan berat tandan buah segar, serta mengurangi kebutuhan polinasi buatan dan bahan kimia. Kesimpulannya, teknologi Hatch and Carry merupakan solusi inovatif dan ramah lingkungan dalam meningkatkan efisiensi produksi kelapa sawit melalui peningkatan efektivitas penyerbukan alami. Wini Agustin, Imam Arman, Puji Wahyu Mulyani Copyright (c) https://ejournal.polbangtanmedan.ac.id/index.php/PSNIP/article/view/404 Pengaruh Konsentrasi Bumbu Andaliman terhadap Kadar Air dan Organoleptik Keripik Singkong Simulasi https://ejournal.polbangtanmedan.ac.id/index.php/PSNIP/article/view/405 Penelitian ini merupakan kajian teknis yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi bumbu andaliman terhadap kadar air dan karakteristik organoleptik keripik singkong simulasi. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan konsentrasi bubuk andaliman, yaitu 1,5%, 2%, dan 2,5%, serta tiga kali ulangan. Parameter yang diuji meliputi kadar air dan uji organoleptik yang mencakup aspek warna, aroma, tekstur, rasa, dan penampakan keseluruhan. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi andaliman berpengaruh terhadap kadar air dan nilai organoleptik keripik singkong simulasi. Perlakuan terbaik diperoleh pada konsentrasi 2%, dengan kadar air yang sesuai standar keripik kering dan nilai kesukaan tertinggi dari panelis pada aspek rasa dan penampakan. Dengan demikian, konsentrasi andaliman 2% direkomendasikan sebagai formulasi optimal dalam pembuatan keripik singkong simulasi untuk menghasilkan cita rasa khas serta mutu produk yang disukai konsumen. Fadhilah Primakanda, Gusti Setiavani, Maya Sari Copyright (c) https://ejournal.polbangtanmedan.ac.id/index.php/PSNIP/article/view/405 Studi Formulasi Biskuit Berbahan Tepung Telur terhadap Karakteristik Produk yang Dihasilkan https://ejournal.polbangtanmedan.ac.id/index.php/PSNIP/article/view/407 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung telur terhadap karakteristik kimia dan organoleptik biskuit serta untuk menentukan formulasi terbaik dari segi nilai gizi dan daya terima panelis. Telur ayam ras merupakan sumber protein hewani yang bernilai gizi tinggi, namun mudah rusak sehingga perlu diolah menjadi bentuk yang lebih awet seperti tepung telur. Tepung telur memiliki kandungan nutrisi dan sifat fungsional yang bermanfaat, termasuk sebagai emulsifier alami yang dapat memperbaiki struktur adonan biskuit. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan substitusi tepung telur (20%, 25%, 30%, 35%, dan 40%) dan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi kadar air, protein, lemak, abu, dan karbohidrat, serta uji organoleptik (warna, aroma, rasa, dan tekstur). Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf 5% jika terdapat perbedaan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung telur memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap kadar protein, lemak, abu, dan karbohidrat biskuit. Perlakuan terbaik adalah pada tingkat substitusi 20% (Perlakuan A), dengan kadar protein 10,14%; lemak 23,58%; air 6,34%; abu 1,83%; dan karbohidrat 58,10%. Dari sisi organoleptik, biskuit dengan 20% tepung telur juga paling disukai panelis dengan nilai warna 3,48; aroma 3,44; rasa 3,60; dan tekstur 3,56. Hasil penelitian penambahan tepung telur sebesar 20% dalam formulasi biskuit dapat meningkatkan kandungan protein, memperbaiki karakteristik sensoris, dan layak secara ekonomis untuk dikembangkan sebagai produk pangan fungsional. Milanirwan, Sri Mutiar, Ariyetti, Nurul Aini Copyright (c) https://ejournal.polbangtanmedan.ac.id/index.php/PSNIP/article/view/407 Antibacterial Activity Of Boiled Red Galangal (Alpinia Purpurata) Extract Against Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus https://ejournal.polbangtanmedan.ac.id/index.php/PSNIP/article/view/397 Infeksi Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) terus meningkat selama beberapa dekade terakhir, sehingga menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat dan mendorong pencarian agen antimikroba baru. Lengkuas merah (Alpinia purpurata), tumbuhan endemik Indonesia, telah menunjukkan potensi sebagai agen antimikroba alami dalam berbagai studi sebelumnya. Namun, data spesifik mengenai efektivitasnya terhadap MRSA masih terbatas. Penelitian kami bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri dari ekstrak lengkuas merah yang direbus terhadap MRSA. Lengkuas merah diekstraksi dengan cara direbus dalam air. Ekstrak yang dihasilkan kemudian diencerkan dengan air suling untuk memperoleh konsentrasi sebesar 50%, 25%, 12,5%, 6,25%, 3,13%, dan 1,56%. Aktivitas antibakteri diuji terhadap dua isolat klinis MRSA dan satu isolat MRSA ATCC 33591 menggunakan metode difusi cakram Kirby-Bauer. Ekstrak lengkuas merah rebus menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap MRSA. Zona hambat yang terbentuk berkisar antara 17,9 mm hingga 30,16 mm pada berbagai konsentrasi yang diuji. Konsentrasi ekstrak yang lebih tinggi menghasilkan zona hambat yang lebih besar, yang mengindikasikan efek antibakteri yang bergantung pada konsentrasi. Ekstrak lengkuas merah rebus menunjukkan aktivitas antibakteri yang menjanjikan terhadap MRSA. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi senyawa aktif spesifik yang bertanggung jawab atas efek ini serta untuk mengeksplorasi potensi penggunaannya dalam aplikasi klinis. Sri Amelia, Nenni Dwi Aprianti Lubis, Abdi Santoso, Ridwan Balatif, Alvin Ivander Copyright (c) https://ejournal.polbangtanmedan.ac.id/index.php/PSNIP/article/view/397 Pengaruh Paparan Cahaya terhadap Degradasi Karoten pada Minyak Sawit Merah Selama Penyimpanan https://ejournal.polbangtanmedan.ac.id/index.php/PSNIP/article/view/418 Minyak sawit merah (MSM) merupakan sumber β-karoten alami yang berpotensi tinggi sebagai prekursor vitamin A. Namun, β-karoten mudah terdegradasi akibat paparan cahaya, oksigen, dan suhu tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi stabilitas kandungan karoten dalam MSM selama penyimpanan dengan perlakuan pencahayaan berbeda. Sampel minyak disimpan dalam dua jenis wadah, yaitu tembus cahaya dan kedap cahaya, selama 1, 3, dan 7 hari. Analisis kadar karoten dilakukan menggunakan metode spektrofotometri pada panjang gelombang 446 nm. Hasil menunjukkan bahwa konsentrasi karoten dalam wadah kedap cahaya lebih stabil dibandingkan dengan wadah tembus cahaya. Penurunan kandungan karoten pada wadah tembus cahaya terjadi secara signifikan setelah hari ketiga, sementara pada wadah kedap cahaya hanya mengalami sedikit penurunan. Temuan ini mengindikasikan bahwa wadah kedap cahaya efektif dalam menjaga stabilitas karoten selama penyimpanan. Pengemasan yang menghindari paparan cahaya menjadi kunci penting untuk mempertahankan nilai gizi produk kaya karoten. Nenni Dwi Aprianti Lubis, Elisa Julianti, Hotnida Sinaga, M Ichwan Copyright (c) https://ejournal.polbangtanmedan.ac.id/index.php/PSNIP/article/view/418