PENINGKATAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG MELALUI PEMBERIAN PUPUK AN-ORGANIK FOSFAT ALAM

  • Dorkas Parhusip Peneliti Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Utara
  • Nazaruddin Hutapea Peneliti Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Utara
  • Gustami Harahap Pengajar Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Medan Area Medan
  • Tristiana Handayani Peneliti Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Utara
  • Ahmad Thohir Peneliti Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Utara
  • Nurliana Harahap 3Dosen Pengajar Politeknik Pengembangan Pertanian (POLBANGTAN) Medan
  • Siti Maryam Harahap Peneliti Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Utara
Keywords: Pupuk An-Organik Fosfat Alam, Jagung, Kabupaten Langkat

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat dan tingkat kebutuhan pupuk Fosfat Alam yang sesuai untuk tanaman jagung. Penelitian telah dilaksanakan di Desa Pasar VI Kecamatan Sei Bingei Kabupaten Langkat, pada bulan Juli 2017 s/d November 2017. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok non Faktorial dengan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari: P1 (NPK 75 Kg/Ha); P2 (Urea 200 Kg/Ha + KCl 150 Kg/Ha); P3 (FA150 Kg/Ha + Urea 200 Kg/Ha + KCl 150 Kg/Ha); P4 (FA 300 Kg/Ha + Urea 200 Kg/Ha + KCL 150 Kg/Ha); P5 ( FA 450 Kg/Ha + Urea 200 Kg/Ha + KCl 150 Kg/Ha); P6 (FA 600 Kg/Ha + Urea 200 Kg/Ha + KCl 150 Kg/Ha); dan P7 (FA 750 Kg/Ha + Urea 200 Kg/Ha + KCl 150 Kg/Ha). Urea dan KCL diberikan sebagai pupuk dasar, di mana Urea diberikan 2 kali yaitu pada saat 7 HST dan 30 HST, sedangkan untuk pupuk SP-36 dan KCl diberikan pada umur 7 HST. Hasil pengujian menunjukkan bahwa perlakuan P7 dengan pemupukan Urea 200 Kg/Ha, KCl 150 Kg/Ha dan FA 700 Kg/Ha dapat menghasilkan semua parameter pengamatan (berat tongkol dengan klobot, berat tongkol tanpa klobot, diameter tongkol, jumlah baris per tongkol, jumlah biji per baris, panjang tongkol, berat biji per tongkol, berat biji per plot, dan produktivitas jagung pipilan kering Kg/Ha) yang tertinggi. Kemudian setelah diuji BNT, diperoleh bahwa perlakuan P7 menghasilkan pengaruh sangat nyata terhadap perlakuan P1, P2, P3 dan P4 dan berbeda nyata terhadap pelakuan P5 dan P6 pada semua parameter pengamatan.

References

Suliasih, Widawati S. 2015. Peningkatan HAsil Jagung dengan Menggunakan Pupuk Organik Hayati (POH). Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversity Indonesia. 1 (1) :145-149

Sri Adiningsih J, Moersidi S, Sudjadi M, Fagi AM. 1989. Evaluasi keperluan fosfat pada lahan sawah intensifikasi di Jawa. Prosiding Lokakarya Nasional Efisiensi Penggunaan Pupuk. (Bogor: Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat)

Rachayati S, Mulyadi, Sri Adiningsih J. 1990. Penelitian efisiensi penggunaan pupuk di lahan sawah. Prosiding Lokakrya Nasional Efisiensi Penggunaan pupuk P. (Bogor: Pusat Penelitian Tanah dan Agroklimat)

Sri Adiningsih, J. 1992. Perananan Efisiensi Penggunaan Pupuk untuk Melestarikan Swasembada Pangan.

(Orasi Pengukuhan Ahli Peneliti Utama)

Nursyamsi D, Setyorini. Ketersediaan P tanah-tanah netral dan alkalin. Jurnal Tanah dan Iklim. 2009; 30 : 25-36

Dinas Pertanian Propinsi Sumatera Utara. 2014. Buku Lima tahun statistk pertanian (2009 – 2013). (Medan: Dinas Pertanian Propinsi Sumatera Utara)

Steel RGD, Torrie JH. 1993. Prinsip dan Prosedur Statistika: Suatu Pendekatan Biometrik. (Jakarta: Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama)

Purwa DR. 2007. Petunjuk Pemupukan. (Jakarta: Agromedia)

Elisabeth K. 2009. Ketersediaan Fosfat, Serapan Fosfat dan Hasil Tanaman Jagung (Zea mays L.) Akibat Pemberian Bokhasi Ela Sagu dan Pupuk Fosfat pada Ultisols. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan. 2009; 9 (1): 30-36.

Sugiono, Purwanti EW. Efektifitas Pupuk Fosfat Alam pada Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung (Zea mays L.). Jurnal Agriekstensia. 2019; 18 (1)

Fadhilah, Khairul A. 2015. Pengaruh Pemberian Pupuk Fosfat dan Jarak Tanam yang Tepat terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata sturt). Jurnal Penelitian Agrosamudra. 2015; 2(2): 71 - 81

Published
2020-12-17