https://ejournal.polbangtanmedan.ac.id/index.php/agrica/issue/feedAgrica Ekstensia2026-01-15T09:08:20+00:00Yenny Laura Komala Dewi Butar-butar, SP., MP.agricaekstensia@gmail.comOpen Journal Systems<p>Jurnal Agrica Ekstensia dengan nomor registrasi p ISSN 1978 - 5054 dan e ISSN 2715-9493 adalah jurnal ilmiah yang dikelola oleh Politeknik Pembangunan Pertanian Medan, Indonesia. Jurnal Agrica Ekstensia menyajikan artikel ilmiah dari hasil penelitian maupun studi pustaka. Jurnal ilmiah ini adalah sebagai sarana/media bagi dosen, peneliti/ilmuwan, dan praktisi dalam menyebarluaskan ilmu pengetahuan di bidang penyuluhan pertanian, Budidaya Pertanian, Pengolahan Hasil, Agribisnis dan pemberdayaan masyarakat. Jurnal Agrica Ekstensia terbit dua kali dalam setahun yaitu pada Bulan Juni dan Bulan Desember. </p>https://ejournal.polbangtanmedan.ac.id/index.php/agrica/article/view/259KARAKTERISTIK PERTUMBUHAN FISIOLOGIS DAN ANATOMI TANAMAN KEDELAI (GLYCINE MAX L.) TERHADAP TINGKAT KONSENTRASI AB MIX PADA SISTEM HIDROPONIK2025-12-20T09:48:38+00:00Careca Sepdihan Rahmat Hidayatullahcarecasepdihan@gmail.com<p>Soybean plants (Glycine max L.) are among the primary sources of vegetable oil and require essential nutrients to support their growth and yield. In order to enhance the morphological quality and seed production of soybean such as plant height, stem diameter, number of filled pods, and number of seeds per plant alternative developments in hydroponic technology are needed. This study aimed to evaluate the effects of different concentrations of AB Mix nutrient solution on the growth, physiological, and anatomical characteristics of soybean plants in a hydroponic system. The experiment was conducted in a greenhouse at the Lower Cikabayan Garden, Bogor Agricultural University, Indonesia, using a simple Randomized Complete Block Design (RCBD). The treatments consisted of three AB Mix concentration levels: 1/2x, 1x, and 2x the standard concentration. The 1x AB Mix concentration treatment (10 mL L⁻¹) consistently resulted in relatively higher plant height and number of leaves—by 7.9% and 0.9%, respectively—compared to the 1/2x and 2x treatments. However, the differences were not statistically significant. The study concluded that varying AB Mix concentrations (1/2x, 1x, and 2x) did not significantly affect the growth, physiology, or anatomy of soybean plants in a hydroponic system. Further research is recommended to explore the interaction between AB Mix concentrations and various soybean genotypes to achieve optimal production</p>2025-12-20T09:41:50+00:00Copyright (c) 2025 Careca Sepdihan Rahmat Hidayatullahhttps://ejournal.polbangtanmedan.ac.id/index.php/agrica/article/view/189PEMASARAN BELIMBING DEWA DI KOTA DEPOK2025-12-31T12:19:52+00:00Doni Sahat Tua Manaludonisahat@apps.ipb.ac.idVela Rostwentivaivivelarostwentivaivi@apps.ipb.ac.idAmirah Hamidahamirahhamidah794@gmail.comWidia Katresnawidiakatresna99@gmail.comZulhan Andikazulhan7561@gmail.comBelimbing merupakan salah satu jenis buah-buahan yang banyak ditanam di Indonesia dan Kota Depok merupakan basis pertama produksi Belimbing Dewa di Jawa Barat. Terdapat kesenjangan harga yang sangat besar antara petani dan konsumen, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai penjualan Belimbing Dewa di Kota Depok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui saluran pemasaran komoditas belimbing dan menganalisis margin pemasaran, keuntungan dan farmer's share di kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat. Metode yang digunakan untuk menentukan daerah dalam penelitian ini adalah purposive method. Metode pengambilan sampel menggunakan snowball sampling, yaitu sampel dipilih berdasarkan hasil data yang diperoleh dari petani (produsen) dan beberapa pengepul yang ada di saluran komoditas belimbing.Hasil analisis ditemukan bahwa biaya pemasaran yang paling untung ( lebih kecil )mengeluarkan biaya pemasaran ditemukan pada saluran dua dan keuntungan yang tinggi pada saluran 4 sedang terkait farmer’s share dapat dilihat pada harga yang efisien untuk petani dan menguntungkan pada saluran satu.2025-12-31T12:06:36+00:00Copyright (c) 2025 Zulhan Andika, Widia Katresna, Doni Sahat Tua Manalu, Amirah Hamidah, Vela Rostwentivaivihttps://ejournal.polbangtanmedan.ac.id/index.php/agrica/article/view/253MOTIVASI PEKEBUN DALAM PENERAPAN SISTEM TANAM HOLE IN HOLE TANAMAN KELAPA SAWIT DI LAHAN GAMBUT2026-01-14T23:54:10+00:00Wulandari Yunaidiyennylaura88@gmail.comYenny Laura Butarbutaryennylaura88@gmail.comMerlyn Marianayennylaura88@gmail.com<p>Pengkajian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat motivasi pekebun dan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi pekebun dalam penerapan sistem tanam <em>hole in hole.</em> Pengkajian ini dilaksanakan pada bulan April 2022 sampai dengan bulan Juni 2023. Metode pengumpulan data yaitu metode kombinasi yang terdiri dari observasi, wawancara, dan kuesioner yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Selanjutnya metode analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil pengkajian menunjukkan tingkat motivasi pekebun dalam menerapkan sistem tanam <em>hole in hole </em>tanaman kelapa sawit pada lahan gambut tergolong dalam kategori sangat tinggi dengan persentase sebesar 84,92%. Hasil analisis regresi linear berganda terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi pekebun diperoleh persamaan sebagai berikut Y= 16,280 + 0,084X<sub>1 </sub>+ 0,322X<sub>2 </sub>+ 0,0000003321X<sub>3 </sub>+ 0,129X<sub>4 </sub>– 0,387X<sub>5 </sub>+ 0,033X<sub>6 </sub>+ 0,403X<sub>7 </sub>+ 0,281 X<sub>8</sub> + e. Uji F (simultan) menunjukkan bahwa variabel-variabel bebas pendidikan formal (X<sub>1</sub>), pendidikan non formal (X<sub>2</sub>), pendapatan (X<sub>3</sub>), luas lahan (X<sub>4</sub>), jumlah tanggungan (X<sub>5</sub>), pengalaman berusahatani (X<sub>6</sub>), peran penyuluh (X<sub>7</sub>), dan akses informasi (X<sub>8</sub>) berpengaruh signifikan secara simultan terhadap variabel terikat motivasi pekebun (Y). Selanjutnya uji t (parsial) menunjukkan bahwa variabel (X<sub>2</sub>), (X<sub>3</sub>), (X<sub>5</sub>), (X<sub>6</sub>), (X<sub>7</sub>), dan (X<sub>8</sub>) memiliki pengaruh yang signifikan terhadap (Y). sedangkan variabel (X<sub>1</sub>) dan (X<sub>4</sub>) tidak berpengaruh terhadap (Y).</p>2026-01-14T23:50:05+00:00Copyright (c) 2026 Yenny Laura Butarbutarhttps://ejournal.polbangtanmedan.ac.id/index.php/agrica/article/view/347PENGARUH KONSENTRASI AIR EKSTRAK BUNGA TELANG DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN ORGANOLEPTIK MI BASAH2026-01-15T09:08:20+00:00Hotman ManurungHotman.manurung@uhn.ac.idYakhin Joseph Gracelimhotman.manurung@uhn.ac.idRosnawyta Simanjuntakhotman.manurung@uhn.ac.idAnggriani Silitonggahotman.manurung@uhn.ac.idTujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh air ekstrak bunga telang, lama penyimpanan, dan interaksinya terhadap karakteristik fisikokimia dan organoleptik mi basah yang dibuat dari bahan tepung terigu 80% dan tepung ampas tahu 20%. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap 2 faktor, yaitu air ekstrak bunga telang 5 taraf (P0 = 0%; P1 = 10%; P2 = 20%; P3 = 30%; P4 = 40%), dan lama penyimpanan 4 taraf (L0 = 0 hari; L1 = 3hari; L2 = 9hari; L3 = 12hari). Penelitian dilakukan dengan 2 ulangan. Analisis data menggunakan analisis sidik ragam dan yang berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf p = 0,05. Penelitian menghasilkan beberapa kesimpulan. Pertama Konsentrasi air ekstrak bunga telang berpengaruh nyata terhadap kadar air, cooking loss, elastisitas, dan warna mi basah, dan tidak berpengaruh nyata pada daya serap air, aroma, dan tekstur mi basah. Bila konsentrasi air ekstrak bunga telang semakin tinggi, akan mengakibatkan cooking loss dan nilai warna mi basah meningkat. Sedangkan pada kadar air dan elastisitas mi basah semakin menurun. Kedua lama penyimpanan berpengaruh nyata pada kadar air, cooking loss, elastisitas, warna, aroma, dan tekstur mi basah, dan tidak berpengaruh nyata pada daya serap air mi basah. Semakin lama penyimpanan, maka kadar air mi basah meningkat. Namun sebaliknya untuk cooking loss, elastisitas, warna, aroma, dan tekstur mi basah cenderung menurun. Ketiga interaksi konsentrasi air ekstrak bunga telang dengan lama penyimpanan berpengaruh nyata terhadap kadar air dan elastisitas mi basah. Semakin lama penyimpanan, maka kadar air cenderung meningkat, dan sebaliknya pada elastisitas mi basah cenderung menurun.2026-01-14T23:56:17+00:00Copyright (c) 2026 HOTMAN MANURUNG