OPTIMASI PROSES PEMBUATAN BRIKET LIMBAH KULIT DURIAN DENGAN PEREKAT MOLASE DAN MINYAK JELANTAH MENGGUNAKAN METODE RESPONSE SURFACE METHODOLOGY (RSM)
Keywords:
briket, limbah kulit durian, molase, minyak jelantah, RSM
Abstract
Limbah kulit durian merupakan biomassa yang melimpah dan berpotensi tinggi untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif, khususnya dalam bentuk briket. Kualitas briket biomassa sering terkendala oleh nilai kalor yang belum optimal dan laju pembakaran yang kurang stabil. Upaya peningkatan kualitas briket dapat dilakukan melalui pemilihan perekat dan bahan tambahan yang tepat, serta optimasi parameter proses. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ukuran mesh partikel, kadar molase sebagai perekat, dan kadar minyak jelantah sebagai bahan tambahan terhadap nilai kalor dan laju pembakaran briket berbahan dasar limbah kulit durian. Proses produksi briket dilakukan melalui tahap pencacahan, pengeringan, pirolisis pada suhu 450°C selama 90 menit, penepungan, penyaringan (mesh 20, 40, dan 60), pencampuran bahan, pencetakan, dan pengeringan. Optimasi dilakukan menggunakan metode Response Surface Methodology (RSM) dengan desain Box-Behnken Design (BBD) melalui software Design Expert ver. 13. Variabel bebas yang diuji meliputi ukuran partikel (20–60 mesh), kadar molase (55–65%), dan kadar minyak jelantah (5–10%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel memberikan pengaruh signifikan terhadap nilai kalor dan karakteristik pembakaran briket. Optimasi menghasilkan kombinasi terbaik pada ukuran partikel 40 mesh, kadar molase 55%, dan kadar minyak jelantah 10%, dengan nilai kalor sebesar 5989,485 kal/g dan laju pembakaran sebesar 0,219 g/menit. Formulasi tersebut mampu menghasilkan briket dengan kualitas pembakaran yang lebih efisien dan stabil, sehingga berpotensi digunakan sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan serta bernilai ekonomis.References
[1] Badan Standardisasi Nasional. (2000). SNI 01-6235-2000: Briket arang kayu - Spesifikasi. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
[2] Bantacut, T., & Fitriani, A. Y. (2019). Keseimbangan Biomassa dan Pemanenan Energi Pada Pengolahan Limbah Cair Kelapa Sawit Biomass Balance and Energy Harvesting in Palm Oil Mills Wastewater Treatment. Jurnal Teknologi Lingkungan Vol, 20(1).
[3] Chandra, F. (2018). Peningkatan Nilai Kalor Briket Limbah Padat Sawit Menggunakan Metode Oil Coating Mikropartikel.
[4] Ismayana, A., & Afriyanto, M. R. (2011). Pengaruh jenis dan kadar bahan perekat pada pembuatan briket blotong sebagai bahan bakar alternatif. Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 21(3), 186-193.
[5] Kalsum, U. (2016). Pembuatan briket arang dari campuran limbah tongkol jagung, kulit durian dan serbuk gergaji menggunakan perekat tapioka. Jurnal Distilasi, 1(1), 41-50.
[2] Bantacut, T., & Fitriani, A. Y. (2019). Keseimbangan Biomassa dan Pemanenan Energi Pada Pengolahan Limbah Cair Kelapa Sawit Biomass Balance and Energy Harvesting in Palm Oil Mills Wastewater Treatment. Jurnal Teknologi Lingkungan Vol, 20(1).
[3] Chandra, F. (2018). Peningkatan Nilai Kalor Briket Limbah Padat Sawit Menggunakan Metode Oil Coating Mikropartikel.
[4] Ismayana, A., & Afriyanto, M. R. (2011). Pengaruh jenis dan kadar bahan perekat pada pembuatan briket blotong sebagai bahan bakar alternatif. Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 21(3), 186-193.
[5] Kalsum, U. (2016). Pembuatan briket arang dari campuran limbah tongkol jagung, kulit durian dan serbuk gergaji menggunakan perekat tapioka. Jurnal Distilasi, 1(1), 41-50.
Published
2026-01-29
How to Cite
Sasvita, W. (2026). OPTIMASI PROSES PEMBUATAN BRIKET LIMBAH KULIT DURIAN DENGAN PEREKAT MOLASE DAN MINYAK JELANTAH MENGGUNAKAN METODE RESPONSE SURFACE METHODOLOGY (RSM). Agrica Ekstensia, 20(2), 1-8. Retrieved from https://ejournal.polbangtanmedan.ac.id/index.php/agrica/article/view/355
Section
Articles
Copyright (c) 2026 Wikka Sasvita

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.










