PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS KIAMBANG PADA BERBAGAI LAPISAN TANAH TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT SAWIT (Elaeis guineensis Jacq)

  • Zulkifli SMK Pertanian Pembangunan Negeri Sembawa, Palembang-Pangkalan Balai Street Km 29, Sumatera Selatan
  • Eva Herlinawati SMK Pertanian Pembangunan Negeri Sembawa, Palembang-Pangkalan Balai Street Km 29, Sumatera Selatan
Keywords: Media tanam, Bibit sawit, Dosis kompos kiambang, Lapisan tanah

Abstract

Pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis) yang optimal menghendaki tanah yang subur. Kebutuhan tanah top soil untuk media bibit kelapa sawit cukup besar sedangkan ketersediannya terbatas. Perlu dicoba mengunakan jenis tanah yang kurang subur (sub-soil) dengan pemberian kompos kiambang untuk meningkatkan kesuburan media tanam bibit sawit. Tujuan penelitian untuk mengetahui interaksi perlakuan terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan di Lahan SMK PP Negeri Sembawa dari bulan Oktober 2017 - April 2018, dengan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah L1 (0-30 cm), L2 (>30-60 cm), dan L3 (>60-90 cm) dan faktor kedua adalah dosis kompos kiambang K0 (0%), K1 (10 %), K2 (20%), dan K3 (30%). Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan tinggi (55.00 cm) dan diameter batang bibit (2.800 cm) terbaik pada interaksi perlakuan LIK2 yang dapat mendukung pertumbuhan bibit sawit secara optimum.

References

Dirjen Perkebunan. 2017. Statistik Perkebunan Indonesia Tree Crops Palm Oil (Kelapa Sawit). (Jakarta: Kementerian Pertanian). [2] Haecal M. 2000. Respon Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Terhadap Pemupukan N Pada Media Tumbuh dengan Kompos Alang-alang dengan Inokulasi Tricho dan Viride. [Skripsi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor. [3] Hutagalung W. Ragam Pertumbuhan Bibit Kakao Pada Media Sub Soil Ultisol dan Kompos TKKS. Jurnal Agroekoteknologi. 2013; 1 [4] Fitriana MY. Parto, Munandar D, Budianta. 2013. Pergeseran jenis gulma akibat perlakuan bahan organik pada lahan kering bekas tanaman jagung (Zea mays L.). J. Agron; 41:118-25. [5] Guido, Suwanda, Sonia. 2013. Pemanfaatan Tumbuhan Eichornia crassipes, Salvinia molesta, Chromolaena odorata, Ttithonia diversifolia Sebagai Pupuk Hijau Untuk Peningkatan Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Cabe Merah Besar (Capsicum annuum L.) Pada Tanah Aluvial dalam Polybag. (Pontianak: Universitas Panca Bhakti). [6] Gomez KA, Gomez AA Gomez. 1995. Prosedur Statistik untuk Penelitian Pertanian. Edisi Kedua. (Jakarta : Universitas Indonesia Press): 698 p. [7] Steel RGD, Torrrie. 1995. Prinsip dan Prosedur Statistika Suatu Pendekatan Biometrik. (Jakarta: Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama): 748 p. [8] Deswenti, E. 2011. Pengaruh Campuran Tanah Lapisan Bawah (Subsoil) dan Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit Sebagai Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis gueneensis Jacq.) di Pembibitan Utama. [Skripsi]. Pekanbaru: Fakultas Pertanian Universitas Riau. [9] Damanik BR. 2018. Pengaruh Pemberian kompos Kiambang dan Pupuk Majemuk NPK 20-10-10 terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa sawit Pre Nursery.(Skripsi). Medan: Fakultas Pertanian Muhammadiyah Sumatera Utara; 2018.

Published
2020-12-17