KERAGAAN VARIETAS UNGGUL BARU PADI GOGO DI DAERAH PERBATASAN KALIMANTAN BARAT

  • Sution Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Barat, Jl. Budi Utomo, No. 45. Siantan Hulu, Pontianak Utara 78241, Kalimantan Barat, Indonesia
  • Agustinus Agus Penyuluh Pertanian Lapangan Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Indonesia
Keywords: Padi gogo, varietas unggul, varietas lokal, produktivitas

Abstract

Salah satu peyebab rendahnya produktivitas padi gogo di Kalimantan Barat adalah digunakannya varietas padi lokal, dimana potensi hasilnya rendah jika dibanding varietas unggul. Perkembangan varietas unggul untuk padi gogo tergolong lambat jika dibanding padi sawah, hal ini disebabkan program pemerintah yang banyak dilaksanakan pada pengembangan padi sawah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari adaptasi beberapa varietas unggul yang baik terhadap varietas lokal di daerah perbatasan Kalimantan Barat. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan varietas yaitu Batu Tegi, Situ Patenggang, Situ Bagendit, dan lokal Cantik dengan ulangan sebanyak 6 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas padi lokal Cantik memiliki tinggi tanaman yang lebih tinggi dibandingkan dengan varietas unggul antara 15,16 - 52,04 cm. Jumlah anakan dan jumlah malai tertinggi terdapat pada varietas Situ Bagendit dan Batu Tegi. Jumlah gabah per malai, jumlah gabah berisi per malai dan bobot 1000 butir tertinggi terdapat pada varietas Batu Tegi masing-masing 180,13 butir, 124,75 butir dan 27,99 g. Persentase gabah hampa tertinggi pada semua varietas unggul Batu Tegi, Situ Patenggang, Situ Bagendit masing-masing 30,27%, 28,16% dan 27,14%. Produktivitas tanaman tertinggi terdapat pada varietas Batu Tegi (6,35 ton/Ha) dan Situ Bagendit (4,85 ton/Ha) yang berbeda nyata dibandingkan dengan varietas Situ Patenggang dan lokal Cantik.

References

Sution. Teknologi Budidaya Padi Gogo di Kalimantan Barat, Kabupaten Sanggau (Studi Kasus di Kecamatan Balai). J. Agros. 2017; 19 (1) : 77-87.

Warda. 2011. Keragaan Beberapa Varietas Unggul Baru Padi Gogo Di Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan. Prosiding Seminar Nasional Serealia 2011. p 305-12.

Wahyunto, Shofiyati R. 2012. Wilayah Potensial Lahan Kering Untuk Mendukung Pemenuhan Kebutuhan Pangan di Indonesia. (Jakarta: Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian). p 297-315.

Sujitno ET, Fahmi, Teddy S. Kajian Adaptasi Beberapa Varietas Unggul Padi Gogo Pada Lahan Kering Dataran Rendah Di Kabupaten Garut. J. Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. 2011; 14 (1): 62 – 69.

Departemen Pertanian. 2009. Deskripsi Varietas Padi. (Sukamandi: Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian)

Wahdah RT, Susanto, Sodiq M. Observasi Beberapa Karakter Padi Gogo Lokal Varietas Buyung di Hulu Sungai Tengah Kalimantan Selatan. Agroscientiae. 2012; 19 (2): 100- 106

Supriadin, Ete A, Made U. Karakterisasi Genotip Padi Gogo Lokal Asal Kabupaten Banggai. J. Agrotekbis. 2013; 1 (5): 443 – 450

Zen S, Syarif AA. Peluang Perbaikan Varietas Lokal Padi Gogo Pasaman Barat. Buletin Plasma Nutfah. 2013; 19 (1): 1-8.

Arifin Z, Dewi IR, Setyorini D. 2012. Kajian Efektivitas Pemupukan N Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi Gogo Varietas Lokal di Lahan Kering. Prosiding Seminar Nasional Kedaulatan Pangan dan Energi. (Madura: Fakultas Pertanian, Universitas Trunojoyo Madura): 1-7.

Idawanni, Hasanuddin, Bakhtiar. Uji Adaptasi Beberapa Varietas Padi Gogo di Antara Tanaman Kelapa Sawit Muda di Kabupaten Aceh Timur. J. Floratek. 2016: 11 (2): 88-95.

Syahril M. Uji Adaptasi Beberapa Kultivar Padi Gogo Lokal Kabupaten Aceh Timur Di Lahan Kering Kebun Percobaan Universitas Samudra. J. Agrosamudra. 2017; 4 (1): 71-76

Arinta K, Lubis I. Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Kultivar Padi

Lokal Kalimantan. Bul. Agrohorti. 2018: 6 (2): 270 – 280

Wahab A, Sabur A. 2014. Karakteristik Vegetatif Enam Kultivar Padi Gogo Lokal Sulawesi Tenggara. Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi. (Banjarbaru). p 249 - 57.

Sution, Sugiarti T, Hartono, Lehar L. Pengaruh Dua Musim Tanam Berbeda dan Beberapa Varietas Terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Padi Gogo. J. Agriekstensia. 2019; 18(1): 24-31.

Bobihoe J, Jumakir. 2011. Uji Adaptasi Beberapa Varietas Unggul Baru (VUB) Padi Sawah di Provinsi Jambi. Prosiding Seminar Nasional Pengkajian dan Diseminasi Inovasi Pertanian Menduking Program Strategi Kementerian Pertanian Buku 3. (Bogor: Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian).

Sution A. Suryanto, Santoso M. 2018. A study on inorganic fertilizers and organic materials to increase the productivity of rice crop (Oryza sativa L.) in equatorial agroecosystems. Journal of Plant Biology. 2018: 9(1): 5-8.

Istiqomah N, Handoko, Indriana RD. 2012. Kajian Penggunaan Varietas Padi Gogo di Lahan Sawah Mendukung Peningkatan Produksi Padi di Kabupaten Bojonegoro. Prosiding Seminar Nasional Kedaulatan Pangan dan Energi. (Madura: Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura). p 1-5.

Hatta M. 2011. Pengaruh Tipe Jarak Tanam Terhadap Anakan, Komponen Hasil dan Hasil Dua Varietas Padi pada Metode SRI. J. Floratek . 2011; 6(1): 104 - 13.

Purbokurniawan. 2013. Keragaan dan Stabilitas Galur-Galur Padi Gogo Tipe Baru Hasil Kultur Antera. (Tesis). (Bogor: Institut Pertanian Bogor).p 42.

Kastanja AY. 2010. Kajian Pertumbuhan Padi Gogo Varietas Lokal di Kecamatan Tobelo Timur Kabupaten Halmahera Utara. J. Agroforestri. 2010: 5(4): 287-94.

Published
2020-12-17