EFEKTIVITAS METODE PENYULUHAN PERTANIAN OBROLAN SORE DALAM PERCEPATAN ARUS INFORMASI PADA PETANI PADI SAWAH (Oryza sativa L.) DI KECAMATAN PANTAI LABU KABUPATEN DELI SERDANG

  • Rendi Hardiansyah Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan, Politeknik Pembangunan Pertanian Medan,Jl. Binjai Km. 10 Medan 20002
  • Mahmudah Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan, Politeknik Pembangunan Pertanian Medan,Jl. Binjai Km. 10 Medan 20002
  • Yusra Muharami Lestari Program Studi Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan, Politeknik Pembangunan Pertanian Medan,Jl. Binjai Km. 10 Medan 20002
Keywords: Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Efektivitas, Metode Penyuluhan, Obrolan Sore, Petani Padi Sawah

Abstract

Penyelenggaraan penyuluhan yang efektif merupakan salah satu upaya untuk mencapai tujuan penyuluhan, yaitu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani. Pencapaian tujuan tersebut memerlukan pemilihan metode penyuluhan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan sasaran. Salah satu metode yang digunakan dalam penyuluhan pertanian adalah obrolan sore, yang dapat menjadi sarana interaksi dan percepatan arus informasi bagi petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efektivitas metode penyuluhan pertanian obrolan sore serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas metode tersebut dalam mempercepat arus informasi pada petani padi sawah di Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan wawancara. Populasi penelitian berjumlah 508 petani, dengan sampel sebanyak 84 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan skala Likert dan regresi linier berganda dengan bantuan aplikasi SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efektivitas metode penyuluhan obrolan sore dalam mempercepat arus informasi pada petani padi sawah berada pada kategori sedang dengan persentase sebesar 54,8%. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa variabel independen secara simultan mampu menjelaskan efektivitas metode penyuluhan obrolan sore sebesar 92,6%, sedangkan 7,4% dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian. Secara parsial, faktor pengalaman, isipesan, dan peran penyuluh berpengaruh signifikan terhadap efektivitas metode penyuluhan obrolan sore. Sementara itu, frekuensi penyuluhan dan pola komunikasi berpengaruh signifikan dengan arah hubungan negatif, sedangkan lingkungan sosial tidak berpengaruh signifikan terhadap efektivitas metode penyuluhan obrolan sore dalam mempercepat arus informasi pada petani padi sawah di Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang

References

Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan. Jakarta.
[2] Mardikanto, T. 2009. Sistem Penyuluhan Pertanian. Universitas Sebelas Maret. Surakarta. 467 Hal.
[3] Permentan Nomor 52 tahun 2009, tentang metode penyuluhan pertanian.
[4] BPS Deli Serdang. 2023. Kabupaten Deli Serdang Dalam Angka 2023. 485 Halaman.
[5] Sugiyono. 2019. Metodelogi Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta.
[6] Riduwan. 2015. Skala Pengukuran Variabel-variabel Penelitian. Bandung : Alfabeta
[7] Nabila, Y., Suparman, S., & Junaidi, J. (2024). Tingkat Efektivitas Penyuluhan Pertanian untuk Pengembangan Usahatani Tanaman Padi Sawah di Kecamatan Brang Ene Kabupaten Sumbawa Barat. JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7(1), 1021-1028.
[8] Ramadhana, Y. D., & Subekti, S. (2021). Pemanfaatan Metode Penyuluhan Pertanian oleh Petani Cabai Merah. Jurnal Kirana, 2(2), 113-133.
[9] Anastasya, G., Massyat, M., & Syaeba, M. (2021). Pola Komunikasi Organisasi Balai Penyuluh Pertanian dalam Upaya Penyebaran Informasi Pertanian di Desa Buntubuda Kelurahan Mamasa, Kecamatan Mamasa. Journal Peqguruang, 3(2), 559-567.
[10] Menungsa, A. S. (2023). Analisis Pemanfaatan Media Massa Dalam Penyebaran Pesan Pembangunan Pertanian (Studi Pada Kantor Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) Kabupaten Konawe). Journal of Social and Economics Research, 5(1), 271-279.
[11] Gusmadevi, W., & Hendrita, V. (2024). Analisis Penggunaan Metode Dan Media Dalam Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian (Studi Kasus: Kelompok Tani Sepakat Bersama). Agrifo: Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh, 9(1), 76-87.
[12] Pilang, M. S., Pakanyamong, A. A. K., Enteding, T., & Rustiawati, Y. (2023). Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Pendapatan Usahatani Ubi Banggai Di Desa Alul Kecamatan Bulagi. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Pertanian, 3(3), 372-379.
[13] Abdullah, A. A., Dwi, R., Muhammad, A. P., Rafiq, R. S., & Jihan, K. 2020. Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Meningkatkan Partisipasi Petani di Desa Ilomangga Kecamatan Tabongo. AGRINESIA: Jurnal Ilmiah Agribisnis, 5(1), 38-44.
[14] Ariana, S., Sundari, R. S., & Umbara, D. S. (2021). Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Hasil Produksi Padi Sawah di Desa Cibuniasih Kecamatan Pancatengah Kabupaten Tasikmalaya. Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 7(2), 1474-1487.
[15] Jandu, I., Bahal, R., & Cordanis, A. P. (2023). Efektivitas Pola Komunikasi Penyuluh Pertanian Terhadap Pengembangan Kelompok Tani Kopi Desa Tengku Manggarai Barat. Jurnal Agristan, 5(2), 354-367.
[16] Pakpahan, T. E., Siregar, A. Z., & Sitanggang, T. I. (2023). Pemanfaatan Cyber Extension oleh Penyuluh Pertanian dalam Meningkatkan Kinerja Penyuluh Pertanian di Kabupaten Deli Serdang. Paradigma Agribisnis, 5(2), 138-151.
Published
2026-06-10
How to Cite
Hardiansyah, R., Mahmudah, & Yusra Muharami Lestari. (2026). EFEKTIVITAS METODE PENYULUHAN PERTANIAN OBROLAN SORE DALAM PERCEPATAN ARUS INFORMASI PADA PETANI PADI SAWAH (Oryza sativa L.) DI KECAMATAN PANTAI LABU KABUPATEN DELI SERDANG. Agrica Ekstensia, 20(1), 34 - 44. https://doi.org/10.55127/ae.v20i1.246
Section
Articles